Penjual Bakmi di Gunungkidul Dibentak Anggota DPRD gegara Kembalian Receh, Uang Logam Dilempar ke Meja

Penjual bakmi di Gunungkidul melaporkan uang kembalian recehnya dilempar oleh anggota DPRD setempat saat transaksi di warungnya.
Penulis: Yoga
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:19:01 WIB

GUNUNGKIDUL — Seorang penjual bakmi di Kalurahan Gading, Gunungkidul, mengaku dilempar uang kembalian oleh anggota DPRD setempat. Peristiwa itu terjadi di warung Bakmi Mbak Tri Gading pada Kamis (13/8) malam dan viral di media sosial.

Adik pemilik warung, Yuli (48), menceritakan kejadian bermula saat oknum legislator itu datang bersama seorang rekannya. Mereka memesan dua porsi bakmi dan dua minuman. Saat membayar, Yuli memberikan kembalian Rp 8.000 dalam bentuk dua keping uang logam Rp 500 karena kehabisan uang kertas pecahan Rp 1.000.

Uang Kembalian Dilempar ke Meja

Yuli mengaku sempat meminta maaf sebelum menyerahkan uang kembalian tersebut. Namun, respons yang diterimanya di luar dugaan.

"Saya sampaikan sebelum saya berikan uang itu ke beliau, saya minta maaf dulu, 'mohon maaf ya Pak, ini uangnya receh karena tidak ada lagi uang receh di laci'," ujar Yuli saat dihubungi wartawan, Jumat (14/8/2026).

Alih-alih menerima, anggota dewan itu justru melemparkan uang logam tersebut ke meja sambil berkata, "iki ora ana duit receh liyane apa piye sing luwih receh seka iki" (ini tidak ada uang receh lain apa bagaimana yang lebih receh dari ini). Yuli kemudian menawarkan menggantinya dengan uang Rp 2.000, tetapi tawaran itu tidak meredakan suasana.

Bukan Pertama Kali Terjadi

Yuli menuturkan, perlakuan kasar dari oknum legislator itu bukan kali pertama. Sebelumnya, kakaknya juga pernah mendapat perlakuan serupa saat melayani tamu yang sama.

"Itu menurut saya sudah perbuatan yang tidak menyenangkan dan itu berlangsung tidak hanya tadi malam. Sebelumnya pernah jajan juga, kapan hari itu kebetulan ada kakak saya. Saat itu beliau menyampaikan dengan tidak sopan sama sekali," katanya.

Yuli mengaku tidak mengenal sosok tersebut sebagai anggota DPRD Gunungkidul. Ia sempat menahan diri karena menganggap lawan bicaranya lebih tua. Namun, ia menilai sikap sang legislator mencerminkan arogansi terhadap warga kecil.

"Mungkin karena kami ini wong cilik, semena-mena dan sebagainya. Jadi merasa bahwa kami itu akan diam saja kalau diinjak-injak, akan diam saja kalau disepelekan," ucapnya.

Legislator Enggan Berkomentar

Yuli berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi para pejabat agar tidak merendahkan masyarakat kecil. "Anda ada di atas karena kami ada di bawah," tegasnya.

detikJogja telah mencoba mengonfirmasi peristiwa ini kepada anggota DPRD Gunungkidul berinisial S. Namun, yang bersangkutan enggan memberikan komentar.

"Tidak bisa memberikan komentar," ucap Sugito secara singkat melalui sambungan telepon.

Reporter: Yoga