Gets Premiere Yogyakarta Resmi Gantikan The Victoria Hotel, Usung Konsep Semi-Resort dengan Layanan Bemo Gratis ke Malioboro
SLEMAN — Wajah baru perhotelan di Yogyakarta resmi hadir setelah Gets Premiere Yogyakarta melakukan soft opening pada Sabtu (15/8/2026). Properti yang sebelumnya dikenal sebagai The Victoria Hotel ini tidak hanya berganti nama, tetapi juga bertransformasi dari sekadar bangunan tinggi menjadi kawasan semi-resort yang asri dan ramah keluarga.
Owner Representative Gets Group, Lani Yunarto, menyebut perubahan identitas ini merupakan kebutuhan agar nama hotel selaras dengan gaya baru yang diusung setelah proses renovasi besar-besaran.
"Karena sudah renovasi, penginnya lebih fresh. Namanya juga sesuai dengan tema yang kita bawa," ujar Lani kepada wartawan di sela-sela acara soft opening.
Konsep Eklektik dan Fasilitas Baru untuk Keluarga Muda
Alih-alih mengusung desain modern minimalis, Gets Premiere Yogyakarta justru tampil dengan gaya eklektik yang kental. Karakter tersebut terlihat jelas dari ornamen, desain lobi, hingga tipe kamar terbaru yang dinamakan Signature Classic Room.
Total terdapat 116 kamar yang siap huni, ditambah fasilitas penunjang seperti kolam renang, pusat kebugaran, dan playground interaktif untuk anak. Target pasar hotel ini pun diarahkan pada ibu muda, keluarga, dan kalangan muda yang aktif mencari pengalaman menginap dengan aktivitas padat.
"Nanti ke arah tambahan activities untuk kids, untuk orang tua. Kita mau bikin yang ada daily, lebih rutin. Soalnya sekarang kan orang lebih mengejar ke activities," tegas Lani.
Keunggulan Ambience Semi-Resort di Tengah Kota
Perbedaan utama Gets Premiere Yogyakarta dengan kompetitor di sekitarnya bukan terletak pada jumlah lantai, melainkan pada suasana. Lani mengklaim properti ini menjadi salah satu dari sedikit hotel di Sleman yang menawarkan sensasi resort hijau tanpa harus keluar jauh dari pusat kota.
"Kalau di daerah Jogja kalau opsi kan ya high-rise building gitu kebanyakan. Kalau mau yang kayak resort style mungkin lebih ke arah utara, agak jauh. Kalau di sini kan masih oke, dekat, ada bandara juga," jelasnya.
General Manager Gets Premiere Yogyakarta, Diah Ikawati, menambahkan bahwa posisi strategis hotel di dekat ring road menjadi nilai jual utama. Tamu yang datang dari Bandara Adisutjipto atau hendak menuju kawasan Yogyakarta Selatan tidak perlu menempuh perjalanan jauh.
Bemo Gratis dan Pemberdayaan UMKM Lokal
Salah satu layanan yang menjadi pembeda adalah moda transportasi unik berupa bemo. Kendaraan khas Yogyakarta ini disediakan khusus secara gratis untuk mengantar tamu ke Plaza Ambarrukmo atau kawasan Malioboro.
"Jadi ini kami sediakan khusus free untuk tamu yang menginap," ungkap Diah.
Gets Premiere Yogyakarta juga memastikan keterlibatan dengan ekonomi lokal. Pihak manajemen telah menjalin kerja sama dengan Dekranasda DIY dan menyuplai kebutuhan makanan dari UMKM di area ring satu hotel.
"Kami ingin bisa memberi warna lain di dunia pariwisata terutama di area Yogyakarta. Dan juga kami ingin memberikan manfaat lebih kepada penduduk lokal di sini," tuturnya.
Respons PHRI DIY terhadap Hadirnya Konsep Baru
Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono, menyambut positif rebranding ini. Menurutnya, kehadiran Gets Premiere Yogyakarta memperkaya pilihan akomodasi bagi wisatawan yang berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Kita masih fokus ke bidang hospitality, yaitu meningkatkan pelayanan yang ada di DIY. Jadi kami berharap adanya Gets Premiere Yogyakarta ini bisa menambah pilihan wisatawan," kata Deddy.
Dengan segala pembaruan yang ditawarkan, Gets Premiere Yogyakarta optimistis dapat bersaing di industri perhotelan DIY yang semakin kompetitif, terutama dengan mengusung segmen keluarga yang belum banyak digarap hotel-hotel perkotaan di Sleman.