IHSG Dibuka Menguat 18,98 Poin ke Level 6.338, Investor Pantau Data Inflasi Domestik
YOGYAKARTA — Pergerakan indeks saham domestik kembali menunjukkan momentum positif. Pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, posisi IHSG bertengger di level 6.338,59, menguat tipis dari penutupan sebelumnya.
Penguatan indeks utama ini sejalan dengan gerak kelompok saham berkapitalisasi besar. Indeks LQ45 yang memuat 45 saham unggulan tercatat naik 1,25 poin atau 0,20 persen ke posisi 636,46.
Sentimen Pasar: Data Ekonomi dan Arah Suku Bunga
Laju indeks pada sesi awal ini terjadi saat investor mencermati sejumlah data ekonomi yang dirilis pekan ini. Fokus utama pelaku pasar tertuju pada data inflasi domestik yang menjadi acuan Bank Indonesia dalam menentukan suku bunga acuan.
Di sisi lain, pergerakan nilai tukar rupiah dan arus modal asing turut menjadi katalis pergerakan indeks. Para analis menilai penguatan IHSG masih rentan terhadap sentimen eksternal, terutama kebijakan suku bunga global.
Bagaimana Prospek IHSG ke Depan?
Level psikologis 6.300-6.350 menjadi area resistance terdekat yang harus ditembus IHSG untuk melanjutkan penguatan. Jika berhasil bertahan di atas level tersebut, bukan tidak mungkin indeks akan menguji level tertingginya dalam beberapa pekan terakhir.
Namun, volatilitas masih menjadi kata kunci. Tekanan jual asing bisa muncul sewaktu-waktu jika sentimen global memburuk. Pelaku pasar disarankan mencermati pergerakan harga komoditas dan perkembangan geopolitik yang dapat mempengaruhi minat investor terhadap aset berisiko seperti saham.