Pemkot Yogyakarta Petakan 10 Jalan Sirip Malioboro, Siapkan Solusi Parkir dan Akses Warga Sebelum Portal Ditutup

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo memetakan 10 jalan sirip Malioboro untuk mengkaji akses warga dan parkir sebelum portal ditutup.
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:16:31 WIB

YOGYAKARTA — Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengungkapkan bahwa kajian detail di tiap jalan sirip sudah selesai dilakukan. Pendataan mencakup jumlah pedagang asongan, gerobak, hingga lokasi parkir yang tersebar di 10 titik penghubung menuju Jalan Malioboro.

"Portal sudah dipasang, disiapkan untuk rekayasa lalu lintas, ada 10 sirip yang masing-masing sirip saya petakan dan pelajari detail berapa jumlah yang jualan di situ, berapa pedagang asongan, berapa gerobak, dan berapa titik parkirnya," kata Hasto di Yogyakarta, Jumat.

Fokus Kajian: Akses Mobil Warga dan Keberadaan Hotel

Dari hasil pemetaan tersebut, Hasto menyebut masalah terbesar bukan sekadar relokasi pedagang, melainkan akses keluar-masuk kendaraan roda empat milik warga. Beberapa jalan sirip tidak memiliki jalur tembus, sehingga mobil hanya bisa keluar melalui Malioboro.

"Ada jalan sirip tidak ada tembusannya, atau jalur yang ke timur kecil, mobil keluarnya hanya bisa ke Malioboro, padahal yang tinggal di situ banyak yang punya mobil, kalau itu ditutup tidak bisa keluar, makanya pasti ada pengecualian-pengecualian yang realistis," ujarnya.

Selain permukiman warga, keberadaan toko, pusat belanja, dan hotel di sepanjang jalan sirip turut menjadi perhatian utama. Pemkot memastikan kebijakan penutupan yang diinisiasi provinsi tidak akan mematikan akses operasional sektor usaha tersebut.

Penutupan Bertahap, Bukan Serentak

Hasto menegaskan bahwa tidak semua jalan sirip akan langsung ditutup bersamaan. Pihaknya akan menguji coba penutupan secara bertahap, hanya pada titik yang permasalahannya sudah ditemukan solusinya.

"Saya tidak akan serentak dilakukan penutupan jalan sirip, tetapi saya akan pelajari satu per satu, yang sudah bisa (ditutup) dan ada solusinya maka diuji coba," jelas Hasto.

Pendekatan bertahap ini dipilih untuk meminimalkan dampak sosial dan ekonomi. Pemkot ingin memastikan rekayasa lalu lintas yang diterapkan provinsi tidak menimbulkan persoalan baru bagi warga dan pelaku usaha di kawasan tersebut.

Setelah pemetaan selesai, langkah berikutnya adalah memperdalam kajian di masing-masing titik. Arahan dari provinsi menyebut portal akan beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 sampai 22.00 WIB, dan Pemkot masih mengevaluasi skema pengecualian bagi kendaraan warga yang tinggal di dalam area sirip.

Reporter: Ekhwanessa Bagus Aldhiansyah