Rupiah Menguat 4 Poin ke Rp17.873 per Dolar AS pada Pembukaan Perdagangan Jumat

Rupiah dibuka menguat 4 poin ke level Rp17.873 per dolar AS pada perdagangan Jumat pagi.
Penulis: Yoga
Jumat, 14 Agustus 2026 | 15:05:01 WIB

JAKARTA — Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot pada Jumat pagi menunjukkan tren positif meski tipis. Mata uang Garuda dibuka menguat 4 poin atau 0,02 persen menjadi Rp17.873 per dolar AS, beranjak dari posisi penutupan hari sebelumnya di Rp17.877 per dolar AS.

Penguatan ini terjadi di tengah dinamika pasar keuangan global yang masih dibayangi ketidakpastian arah suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (The Fed). Pelaku pasar tampak mulai mengambil posisi beli terhadap aset berdenominasi rupiah pada awal sesi perdagangan.

Level Psikologis Rp17.800 Masih Jadi Target Pasar

Para analis menilai pergerakan rupiah pada hari ini akan sangat dipengaruhi oleh data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis pekan ini. Data tersebut menjadi sinyal penting bagi pasar untuk mengukur langkah The Fed selanjutnya.

Sepanjang pekan ini, rupiah memang menunjukkan pergerakan yang fluktuatif. Tekanan eksternal masih berasal dari permintaan dolar yang tinggi untuk pembayaran utang dan impor, sementara sentimen positif datang dari aliran modal asing yang masuk ke pasar obligasi domestik.

Bagaimana Pergerakan Rupiah Sepekan Terakhir?

Pada penutupan perdagangan Kamis lalu, rupiah sempat ditutup melemah di posisi Rp17.877 per dolar AS. Namun pembukaan Jumat ini langsung menunjukkan koreksi positif, mengindikasikan adanya upaya stabilisasi di pasar.

Bank Indonesia dipandang terus berada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar sesuai fundamentalnya. Intervensi ganda baik di pasar spot maupun melalui instrumen sekuritas rupiah menjadi andalan untuk meredam gejolak.

Level Rp17.873 tersebut masih berada di bawah level psikologis Rp18.000 yang sempat dikhawatirkan pasar beberapa waktu lalu. Stabilitas ini diharapkan mampu menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional.

Pergerakan selanjutnya akan ditentukan oleh data ketenagakerjaan AS yang dijadwalkan rilis malam nanti. Jika data menunjukkan pelemahan, peluang pemangkasan suku bunga The Fed terbuka lebih lebar dan berpotensi mendorong penguatan rupiah lebih lanjut.

Sebaliknya, jika data tenaga kerja AS masih kuat, dolar berpeluang kembali perkasa dan menekan mata uang Asia termasuk rupiah. Para pelaku pasar disarankan mencermati perkembangan tersebut untuk menentukan arah transaksi.

Reporter: Yoga