Kemantren Pakualaman Peringkat 9 Kinerja Perangkat Pemkot Jogja, Tertinggi di Antara 14 Kemantren

Kemantren Pakualaman meraih peringkat kesembilan dalam evaluasi akuntabilitas kinerja perangkat daerah Kota Jogja tahun 2026.
Penulis: Aldi
Jumat, 14 Agustus 2026 | 15:46:01 WIB

JOGJA — Kemantren Pakualaman mengukuhkan posisinya sebagai perangkat daerah dengan tata kelola terbaik di tingkat kemantren se-Kota Jogja. Berdasarkan evaluasi akuntabilitas kinerja 2025, instansi ini menempati peringkat kesembilan secara keseluruhan, naik satu tingkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di posisi ke-10.

Mantri Pamong Praja Kemantren Pakualaman, Saptohadi, menegaskan capaian ini menjadi pembeda dibandingkan kemantren lain. "Kalau diperbandingkan dengan 14 Kemantren yang lain, kita tetap ranking 1. Kita satu-satunya Kemantren yang bisa masuk di 10 besar," ujarnya, Kamis (13/8/2026).

Skor SAKIP Naik Tipis, Diakui Berat untuk Diraih

Perbaikan kinerja juga terlihat dari nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang meningkat dari 88,12 pada 2025 menjadi 88,47 pada 2026. Meski hanya bertambah 0,35 poin, Saptohadi menilai kenaikan tersebut tetap signifikan dalam skala penilaian kinerja instansi.

"Kelihatannya hanya 0,35 ya, tetapi untuk meraih satu poin pun lumayan berat. Jadi sudah bersyukur ada kenaikan sebesar 0,35," kata Saptohadi.

Indikator Penilaian: dari Kepuasan Masyarakat hingga Keterbukaan Informasi

Nilai 90,855 ditopang sejumlah indikator utama. Indeks Kepuasan Masyarakat tercatat 90,120, sementara profesionalitas ASN mencapai 90,577 dan pengawasan kearsipan internal berada di angka 89,410. Pada sisi rencana pengadaan yang diumumkan melalui Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), Kemantren Pakualaman mencatat capaian sempurna 100 persen.

Adapun dari aspek keterbukaan informasi, instansi ini menempati peringkat ketiga tingkat Kota Jogja dengan nilai 88,2. Di tingkat DIY, posisi tersebut berada di peringkat kelima. Namun, status keterbukaan informasinya masih "Menuju Informatif" karena Komisi Informasi Daerah DIY menemukan sejumlah tautan yang dikirim tidak dapat dibuka.

Kelurahan di Bawah Pakualaman Juga Berprestasi

Capaian serupa diraih di tingkat kelurahan. Purwokinanti menjadi juara kedua tingkat DIY pada 2024, lalu meningkat menjadi juara pertama tingkat Kota Jogja, DIY, serta regional Jawa-Bali pada 2025. Tahun ini, giliran Gunungketur yang mencatatkan prestasi dengan menjadi juara pertama tingkat kota dan DIY, serta masih menunggu hasil penilaian tingkat regional Jawa-Bali.

Akademisi UGM: Evaluasi Jangan Berhenti di Angka

Akademisi Universitas Gadjah Mada, Noorhadi Rahardjo, mengingatkan agar capaian tersebut tidak berhenti pada angka penilaian. Menurutnya, hasil evaluasi perlu diterjemahkan menjadi langkah konkret dalam pelayanan pemerintahan, seperti penyederhanaan prosedur, peningkatan kemampuan petugas, perbaikan fasilitas, hingga penyediaan kanal pengaduan.

Evaluasi juga perlu dilakukan secara berulang agar pemerintah dapat melihat apakah perubahan yang diterapkan benar-benar berdampak pada pengalaman warga ketika mengakses pelayanan.

Reporter: Aldi