KA Bima Jakarta-Jogja Penuh Kenangan dan Kuliner, Rute Terpadat di Jawa dengan Tiket Eksekutif Rp 640 Ribu

Penumpang kereta api Bima tampak menikmati suasana restorasi di gerbong tengah saat perjalanan malam Jakarta menuju Yogyakarta.
Penulis: Fery
Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:12:31 WIB

YOGYAKARTA — Perjalanan malam dengan kereta api dari Jakarta menuju Yogyakarta bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Bagi sebagian penumpang, momen ini adalah ruang untuk beristirahat, menikmati lanskap Jawa yang sunyi, atau sekadar merasakan kenyamanan kelas eksekutif dengan harga tiket Rp 640 ribu.

Kereta api Bima yang berangkat dari Stasiun Gambir pada pukul 17.00 WIB dijadwalkan tiba di Stasiun Tugu Yogyakarta pada pukul 23.25 WIB. Perjalanan selama 6 jam 25 menit itu terasa singkat berkat fasilitas kursi modern dengan sandaran kaki yang nyaman, serta gerbong yang bersih dan meredam getaran.

Momen Hampir Tertinggal di Stasiun Gambir

Suasana tegang sempat dialami seorang penumpang yang nyaris ketinggalan kereta. Setelah mengantarkan rekannya ke Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, ia harus berpindah moda transportasi secara cepat—mulai dari Skytrain, kereta Bandara-Kota, hingga Grab—dan baru tiba di Stasiun Gambir pada pukul 16.45 WIB.

"Keretanya sudah siap, 10 menit lagi berangkat," ujar petugas di peron. Penumpang tersebut akhirnya menjadi orang terakhir yang masuk ke dalam gerbong sore itu, tepat sebelum pintu kereta tertutup.

Kursi Kosong di Tengah Rute Tersibuk

Meski dikenal sebagai rute tersibuk, perjalanan Minggu malam itu tidak terisi penuh. Setiap gerbong masih menyisakan kursi kosong, termasuk kursi 10-D di sebelah penumpang yang duduk di kursi 10-C.

Kondisi ini berbeda dengan rute sebaliknya, Yogyakarta-Jakarta, yang tiketnya selalu habis terjual pada keberangkatan Minggu malam. Banyak pekerja asal Jogja dan Jawa Tengah harus kembali ke ibu kota untuk memulai aktivitas Senin pagi.

Sensasi Kuliner di Atas Roda

Memasuki wilayah Cirebon, perut mulai terasa lapar karena terakhir makan saat sarapan di Bandung. Kereta ini menyediakan restorasi di gerbong tengah yang menyajikan paket nasi goreng dan secangkir kopi seharga Rp 70 ribu.

"Menunya mungkin sederhana, tapi menyantapnya dalam perjalanan kereta menjadikannya istimewa," tutur penumpang tersebut. Restorasi kereta menjadi ruang sosial yang menarik, tempat para penumpang berbagi cerita sambil menikmati hidangan hangat.

Perjalanan Malam Menembus Dinginnya Jawa Selatan

Kereta terus melaju menyusuri keheningan malam di kawasan selatan Jawa. Ketika singgah di Purwokerto pada pukul 21.18 WIB, terlihat banyak penumpang sudah membungkus tubuh dengan selimut hangat. Suhu udara di bawah kaki Gunung Slamet, Banyumas, memang terasa dingin menusuk.

Setelah berhenti masing-masing dua menit di Kroya, Cilacap, Kebumen, dan Kutoarjo, suasana di dalam gerbong berubah. Jalur Kutoarjo menuju Jogja hanya sekitar 40 menit lagi, dan para penumpang mulai bersiap menurunkan barang bawaan.

Pada pukul 23.20 WIB, pengumuman ikonik dengan suara khas terdengar: kereta akan segera tiba di Stasiun Yogyakarta. Perjalanan malam yang panjang berakhir, menyisakan pengalaman yang sulit dilupakan bagi siapa pun yang menempuhnya.

Reporter: Fery