BMKG: Gempa M 7,7 di NTT Dipicu Sesar Naik Busur Belakang Flores, Wilayah Pesisir Diimbau Tetap Waspada

Gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang NTT dipicu oleh aktivitas sesar naik busur belakang Flores, menurut BMKG.
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:48:01 WIB

JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gempa magnitudo 7,7 yang menggunakan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu subuh dipicu oleh aktivitas sesar naik busur belakang Flores. Mekanisme ini tercatat memiliki potensi melahirkan gempa utama dengan kekuatan lebih besar, mencapai magnitudo 7,8 hingga 7,9.

"Ini adalah mekanisme gempa yang diakibatkan oleh sesar naik busur belakang Flores," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu.

Potensi Gempa Maksimum dan Catatan Sejarah 1992

Wijayanto menjelaskan bahwa segmen sesar ini bukanlah sumber gempa baru. Dari catatan sejarah, wilayah yang sama pernah digunakan oleh gempa dahsyat pada 1992.

"Dari sejarah yang ada, di tahun 1992 dengan magnitudo 7,5. Ini juga luar biasa kerusakannya waktu itu. Jadi, ini sudah lebih dari 30 tahun, terjadi lagi," ujarnya.

Ia menambahkan, energi yang dilepaskan hari ini masih berada di bawah ambang maksimum perhitungan potensi sesar tersebut. "Gempa magnitudo 7,7 di belakang busur Flores ini ada potensi gempa dengan maksimum 7,8 - 7,9. Hari ini sudah rilis 7,7," tutur Wijayanto.

Status Tsunami Berakhir, Warga Diminta Tetap Tenang

Meski getaran utama telah mereda, BMKG menegaskan bahwa aktivitas seismik di kawasan tersebut belum berakhir. Tim teknis di lapangan masih memantau pergerakan tinggi muka air laut dan aktivitas gempa susulan secara berkala.

"Kita sudah akhiri (peringatan dini tsunami), tapi tentunya kita akan terus memonitor aktivitas tinggi muka air laut yang akan tercatat di stasiun-stasiun kami," kata Wijayanto.

Masyarakat di pesisir NTT diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Seluruh pemutakhiran data resmi akan disampaikan langsung melalui kanal komunikasi BMKG.

"Nanti akan terus kita monitor aktivitas gempa susulannya," pungkasnya.

Reporter: Gemilang Ramadhan