Ganda Campuran Indonesia Marwan/Aisyah Petik Pelajaran Berharga dari Duel Lawan Unggulan Denmark di Kejuaraan Dunia BWF 2026

Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata harus mengakui keunggulan wakil Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje, di Kejuaraan Dunia BWF 2026.
Penulis: Redaksi
Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:31:01 WIB

YOGYAKARTA — Kegagalan melaju ke babak berikutnya di Kejuaraan Dunia BWF 2026 justru menjadi bahan evaluasi berharga bagi pasangan ganda campuran Indonesia, Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata. Berlaga di New Delhi, India, Rabu, mereka harus mengakui keunggulan wakil Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje, dalam pertarungan sengit tiga gim.

Sempat unggul lebih dulu, Marwan/Aisyah akhirnya tak mampu mempertahankan performa dan menyerah dengan skor 21-19, 9-21, 10-21. Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi pasangan muda Indonesia tersebut untuk terus mengasah ketahanan mental dan variasi permainan.

Evaluasi Kunci: Lemahnya Respons Saat Lawan Ubah Pola Main

Menurut Aisyah, pertandingan melawan pasangan Denmark memberikan pengalaman yang sangat berharga. Ia menyoroti kemampuan lawan dalam mengubah pola permainan ketika situasi tidak berjalan sesuai rencana, sebuah aspek yang masih perlu mereka asah.

"Kami mendapat pengalaman yang bagus. Kami harus belajar dari mereka tentang bagaimana mengubah pola ketika pertandingan tidak berjalan sesuai rencana dan bagaimana merespons perubahan lawan," kata Aisyah dalam keterangan resmi PBSI yang diterima di Yogyakarta.

Pada gim pertama, strategi bermain reli panjang dan memaksa lawan mengangkat bola berhasil diterapkan dengan baik. Namun, situasi berubah drastis sejak gim kedua ketika pasangan Denmark mulai meningkatkan tekanan melalui kualitas servis dan pengembalian servis mereka.

Tekanan Servis Lawan Menjadi Momok

Marwan mengakui bahwa perubahan pola permainan yang dilakukan oleh Christiansen/Boje menjadi titik balik kekalahan mereka. Sektor servis dan pengembalian servis yang menjadi senjata andalan lawan terbukti sulit untuk ditembus.

"Mereka mengubah permainan dari servis dan pengembalian servis, yang memang menjadi salah satu kekuatan mereka. Kami terus tertekan dan kesulitan keluar dari pola tersebut," ujar Marwan.

Meski gagal melangkah lebih jauh, Marwan menilai penampilan mereka selama berada di New Delhi menunjukkan progres yang signifikan. Ia merasa permainan yang ditampilkan jauh lebih baik dibandingkan turnamen-turnamen sebelumnya.

Modal Berharga untuk Kebangkitan Setelah Enam Bulan Sulit

Perjalanan di Kejuaraan Dunia ini menjadi suntikan motivasi besar bagi Marwan, yang mengaku baru melewati periode yang tidak mudah dalam enam bulan terakhir. Pengalaman bertanding melawan pasangan-pasangan top dunia menjadi bekal berharga.

"Kami tetap bersyukur dengan penampilan selama Kejuaraan Dunia. Permainan kami terasa lebih baik dibandingkan sebelumnya dan itu menjadi modal untuk terus berkembang," kata Marwan.

"Itu menjadi bekal untuk saya agar bisa lebih baik setelah apa yang saya alami selama setengah tahun terakhir," pungkasnya.

Reporter: Redaksi