YOGYAKARTA — Pendiri YCCK sekaligus Spirit of Universal Life (SOUL), Bunda Arsaningsih, menyebut meditasi sebagai proses penting ketika seseorang mencari solusi atas persoalan yang dihadapinya. Ia menyampaikan hal itu dalam temu wicara dan meditasi di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut Arsaningsih, proses tersebut dikenal dengan istilah ngelerem ati atau menenangkan hati. Peserta diajak memakai energi batin untuk mengenali diri melalui laku eling, nerimo, dan waspodo.

"Pengenalan diri itu dijalani melalui laku eling (sadar dan ingat), nerimo (menerima), dan waspodo (waspada). Dengan hati yang bersih, peserta diajak selalu eling dan melibatkan kekuatan Tuhan, apa pun agamanya. Proses ini disebut ngolah roso atau mengolah rasa," kata Arsaningsih.

Mengapa Yogyakarta Dipilih sebagai Lokasi

Yogyakarta dipilih karena dikenal sebagai kota pelajar dengan ritme hidup cepat. Tekanan itu, kata Arsaningsih, paling terasa bagi pelajar dan mahasiswa.

Peserta yang mendaftar tidak hanya berasal dari DIY. Sejumlah kota lain di Indonesia turut mengirim peserta, baik yang datang langsung maupun yang mengikuti lewat Zoom.

"Selain dari DIY, peserta dari kota lain di Indonesia. Sebanyak 3.000 peserta terdaftar hadir langsung, sementara 2.000 peserta mengikuti secara daring. Melalui Tata Hati, kami menunjukkan kearifan lama tetap bisa dipraktikkan untuk menghadapi tekanan hidup hari ini," ujarnya.

Diskusi Kesehatan Mental Dinilai Minim Solusi

Arsaningsih menilai diskusi soal kesehatan mental sudah banyak digelar di berbagai tempat. Namun, menurut dia, masih sedikit pihak yang menawarkan solusi konkret untuk mengatasinya.

YCCK mencoba mengisi celah itu lewat pendekatan meditatif. Metode yang diajarkan dipandu langsung oleh guru meditasi berpengalaman dan tidak menuntut perlengkapan khusus.

"Melalui Tata Hati Indonesia ini, kami mencoba membuka akses ruang pemulihan melalui meditasi, yang dapat diikuti masyarakat secara langsung maupun mengikuti secara daring melalui zoom, tanpa dipungut biaya," kata Arsaningsih.

Tanpa Biaya, Bisa Dilanjutkan di Rumah

Seluruh kegiatan YCCK digelar tanpa biaya karena diniatkan sebagai bentuk pelayanan. Peserta bisa melanjutkan latihan meditasi di rumah masing-masing setelah kegiatan selesai.

Setiap tahun, yayasan berupaya menggelar kegiatan berskala besar dengan jumlah peserta banyak. Tujuannya agar masyarakat bisa dilayani secara lebih luas.

"Seluruh kegiatan YCCK diselenggarakan tanpa biaya karena diniatkan sebagai bentuk pelayanan. Setiap tahun, yayasan berupaya menggelar kegiatan berskala besar dengan jumlah peserta yang banyak agar dapat melayani masyarakat secara lebih luas," kata Arsaningsih.

Reporter: Redaksi