Breaking

2 Siswa SMA di Jogja Wakili Indonesia di Olimpiade Sains Nuklir Arab Saudi, Ini Rekam Jejaknya

NA
Rabu, 05 Agustus 2026
2 Siswa SMA di Jogja Wakili Indonesia di Olimpiade Sains Nuklir Arab Saudi, Ini Rekam Jejaknya
Dua siswa SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta, Gusti Komang Abhika Atmaja dan Aloysius Gonzaga Duta Setiawan, akan mewakili Indonesia di Olimpiade Sains Nuklir Internasional (INSO) 2026 di Jeddah, Arab Saudi.

YOGYAKARTA — Dua siswa SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta lolos seleksi nasional untuk berlaga di Olimpiade Sains Nuklir Internasional (INSO) edisi ketiga di King Abdulaziz University, Jeddah, Arab Saudi. Kompetisi yang berlangsung 2-9 Agustus 2026 ini mempertemukan pelajar dari sekitar 20 negara dalam pengujian kemampuan sains nuklir tingkat sekolah menengah atas.

Keikutsertaan Indonesia di ajang tersebut merupakan hasil kolaborasi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dengan Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia serta International Nuclear Agency Indonesia (INuA Indonesia) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Rekam Jejak Dua Wakil dari Jogja

Gusti Komang Abhika Atmaja bukan nama asing di kompetisi sains internasional. Pelajar ini pernah meraih medali perak International Physics Olympiad (IPhO) 2026 di Kolombia dan medali perunggu Asian Physics Olympiad (APhO) 2026 di Busan.

Di tingkat nasional, ia menyabet medali emas sekaligus absolute winner dan best theory Olimpiade Sains Nasional (OSN) Fisika 2025. Rekannya, Aloysius Gonzaga Duta Setiawan, membawa medali perak International Chemistry Olympiad (ICHO) 2026 di Uzbekistan serta medali perunggu OSN Kimia 2025.

Dua wakil lainnya berasal dari MAN Insan Cendekia Serpong, yakni Faris Patria Chariansyah dan Hilmy Lazuardhy Nurramadhan. Keduanya merupakan peraih medali perak OSN Fisika 2025.

Format Kompetisi: Teori Dominasi 70 Persen Nilai

INSO 2026 mengadopsi model olimpiade sains internasional seperti International Physics Olympiad (IPhO) dan International Chemistry Olympiad (IChO). Penilaian terbagi menjadi dua bagian utama: tes teori berbobot 70 persen dan praktik atau terapan 30 persen.

Dalam tes teori, peserta menghadapi lima soal dengan tingkat kesulitan bertahap. Setiap soal terdiri atas sedikitnya tiga subbagian dan harus diselesaikan dalam waktu satu jam, sehingga total durasi mencapai lima jam. Adapun tes eksperimen berlangsung maksimal 3,5 jam.

Mengapa Sains Nuklir Menjadi Ajang Strategis?

Kompetisi ini diselenggarakan di bawah naungan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) bersama pemerintah tuan rumah dan lembaga mitra. Sekretaris Jenderal King Abdulaziz and His Companions Foundation for Giftedness and Creativity (Mawhiba), Abdulaziz Al-Karidis, menyebut INSO 2026 menjadi sarana memperkenalkan peran ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir kepada generasi muda.

Ia menekankan pentingnya ajang ini untuk meningkatkan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi nuklir secara damai, termasuk kontribusinya terhadap kemanusiaan dan pembangunan berkelanjutan.

Bagi para pelajar yang terpilih, pengalaman bertanding di panggung internasional ini menjadi batu loncatan sebelum mereka menempuh pendidikan tinggi. Seleksi ketat yang dilalui memastikan hanya pelajar dengan rekam prestasi kompetitif di tingkat nasional maupun internasional yang berangkat ke Jeddah.

Sumber: detik.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua