Breaking

PLN Batam dan Anak Usaha Dirombak Jelang Lebaran, Sumber Internal Sebut Ada Kejanggalan di Tengah Tunggu Arahan Danantara

RE
Senin, 17 Agustus 2026
PLN Batam dan Anak Usaha Dirombak Jelang Lebaran, Sumber Internal Sebut Ada Kejanggalan di Tengah Tunggu Arahan Danantara
Direksi dan komisaris PLN Batam serta direksi PLN Nusantara Power Construction dirombak menjelang Lebaran, menurut sumber internal.

DI YOGYAKARTA — Perombakan internal di tubuh PT PLN (Persero) kembali menjadi sorotan. Alih-alih menunggu keputusan resmi dari Danantara selaku induk holding, Darmawan Prasodjo justru bergerak cepat merombak jajaran di tingkat anak dan subholding perusahaan listrik pelat merah tersebut.

Informasi yang dihimpun dari sumber internal PLN Pusat menyebutkan, rotasi besar-besaran itu mencakup direksi dan komisaris PLN Batam serta pergantian direksi di PLN Nusantara Power Construction (NPC). Padahal, keputusan tersebut diambil saat posisi dua direksi di PLN Nusantara Power masih kosong dan belum ada kejelasan.

Keputusan Kontradiktif di Tengah Kekosongan Kursi Direksi

"Alasannya kenapa dua direksi PLN Nusantara Power yang sekarang kosong sampai sekarang tidak diisi, kata Pak Dirut masih nunggu bagaimana arahan Danantara. Lagi pula sampai sekarang RUPS PLN Holding saja belum dilakukan," ujar sumber tersebut kepada Suara Pembaharuan, Minggu (13/4).

Kondisi makin pelik karena tujuh direksi PLN yang masa jabatannya diperpanjang sejak November lalu pun belum menerima Surat Keputusan (SK) resmi. Di tengah ketidakpastian itu, pejabat yang masih aktif justru menjadi sasaran perombakan.

"Ya begitu, kami tidak tahu apa kepentingannya dan bagaimana Dirut menjadi komitmen ucapannya. Yang jelas pada akhir Maret lalu atau persis dua-tiga hari lagi lebaran, terjadi perombakan Direksi dan Komisaris di PLN Batam dan pergantian Direksi di PLN NPC," beber sumber tersebut.

Rotasi Eks GM yang Pensiun Dinilai Aneh

Yang menarik perhatian, posisi Direksi PLN NPC yang setara dengan Senior Manager di Unit Induk justru digantikan oleh mantan General Manager PLN UID Jawa Agung Murdifi. Padahal, Murdifi tercatat resmi pensiun sebagai pegawai PLN per 1 April 2025.

Menurut sumber yang sama, pejabat direksi sebelumnya tidak memiliki masalah kinerja. Namun, keputusan sepihak Darmawan dinilai sebagai cara menunjukkan otoritas dengan menempatkan orang-orang kepercayaannya, meski berpotensi mengorbankan pegawai lain yang lebih layak.

Desakan Penggantian Dirut PLN Menguat

Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO) Teuku Yudhistira menyoroti kejanggalan ini. Ia mempertanyakan mengapa sejumlah direksi BUMN besar seperti Pertamina, Garuda Indonesia, dan Bulog sudah diganti, sementara posisi Darmawan Prasodjo di PLN terkesan aman.

"Memang agak janggal, ada apa? Pertamina, Garuda Indonesia dan Bulog saja Dirutnya diganti, kenapa PLN tidak?" tanya Yudhistira.

Menurutnya, masih banyak kandidat mumpuni yang bisa memimpin PLN. Ia bahkan menyarankan Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri BUMN Erick Thohir untuk melakukan penyegaran di kursi direksi utama PLN.

"Masih banyak orang-orang pintar dan lebih mumpuni di negeri ini untuk menduduki posisi Dirut PLN. Padahal kalau mau ada penyegaran di PLN, copot Darmo, ganti dengan pihak lain, misalnya dari kader Gerindra yang kini berkuasa di Indonesia," tambahnya.

Tak hanya soal rotasi, Yudhistira bersama tim Relawan Listrik Untuk Negeri mengaku telah melaporkan sejumlah dugaan korupsi di era kepemimpinan Darmawan ke Kortas Tipikor Polri. Laporan tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

"Tapi kami tetap optimis, berbagai kebobrokan di PLN bakal terbongkar dan masuk ke ranah hukum menyusul BUMN lainnya. Kita tunggu saja tanggal mainnya," tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT PLN (Persero) belum memberikan tanggapan resmi terkait perombakan tersebut maupun desakan penggantian direksi utama.

Sumber: suarapembaharuan.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua