BPJS Kesehatan Sleman Beri Penghargaan ke 9 Faskes di Seva Paramahita Award 2026
SLEMAN — Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sleman Wahyudi Putra Pujianto menyebut penghargaan ini sebagai bentuk pengakuan atas upaya faskes meningkatkan mutu pelayanan yang berdampak pada kepuasan peserta JKN. Kegiatan yang mengusung semangat gotong royong itu dihadiri 28 peserta dari perwakilan faskes, Dinas Kesehatan, organisasi profesi, dan asosiasi fasilitas pelayanan kesehatan.
"Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada fasilitas kesehatan yang berkomitmen mendukung Program JKN melalui upaya peningkatan mutu pelayanan. Harapannya, peningkatan mutu tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap kepuasan peserta JKN," ujar Wahyudi.
Dua Aspek Penilaian: Kendali Mutu dan Kendali Biaya
Wahyudi menjelaskan penilaian kinerja faskes bertumpu pada dua aspek utama, yakni komitmen kendali mutu dan komitmen kendali biaya. Keduanya kemudian dijabarkan ke dalam sejumlah indikator penentu kualitas pelayanan dan efektivitas penyelenggaraan Program JKN.
Dari sembilan penerima apresiasi, empat masuk kategori FKTP. Penghargaan untuk Tempat Praktik Mandiri Dokter diraih dr. Siti Rahayu, sementara Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi jatuh kepada drg. Sri Herwindra Ratna.
Klinik Pratama diraih Klinik Sayang Keluarga, dan kategori Puskesmas diberikan kepada Puskesmas Godean I.
Lima Rumah Sakit Raih Apresiasi di Kategori FKRTL
Untuk kategori FKRTL, penghargaan dibagi berdasarkan tipe rumah sakit. RSUP Dr. Sardjito menerima apresiasi untuk kategori Rumah Sakit Tipe A, disusul RS Akademik UGM untuk Tipe B.
RSU Sakinan Idaman meraih kategori Rumah Sakit Tipe C, RS Panti Nugroho untuk Tipe D, dan RSKIA Sadewa untuk kategori Rumah Sakit Khusus.
Wahyudi menekankan Program JKN tidak mungkin dijalankan BPJS Kesehatan sendirian tanpa dukungan kemitraan strategis dari fasilitas kesehatan.
"JKN adalah kerja bersama dan membutuhkan kolaborasi seluruh ekosistem. Program ini bukan hanya milik BPJS Kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada peserta. Sesuai dengan tema Seva Paramahita Award tahun ini, mari kita terus memperkuat gotong royong untuk jaminan kesehatan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan," ungkapnya.
Penerima Penghargaan Diharapkan Jadi Panutan Faskes Lain
Wahyudi berharap faskes yang menerima penghargaan dapat menjadi panutan sekaligus sarana penyebarluasan praktik terbaik dalam peningkatan mutu layanan. Pengalaman dan inovasi yang telah diterapkan diharapkan menjadi inspirasi bagi faskes lainnya.
"Selamat kepada seluruh penerima penghargaan. Kami berharap fasilitas kesehatan terpilih dapat menjadi role model dan menularkan praktik terbaik kepada fasilitas kesehatan lainnya. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh fasilitas kesehatan untuk terus tumbuh dan berkembang melalui kompetisi yang positif," tutur Wahyudi.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi, inovasi, dan kerja keras seluruh faskes dalam mendukung penyelenggaraan Program JKN. Wahyudi berharap upaya yang telah terbangun terus ditingkatkan agar masyarakat di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merasakan pelayanan JKN yang semakin mudah, cepat, setara, berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
Dinkes DIY: Indikator Penilaian Bermuara pada Keselamatan Pasien
Kepala Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta Gregorius Anung Trihadi menilai komitmen pelayanan kesehatan perlu dilihat dari berbagai perspektif, baik regulator, penjamin, maupun pasien. Dari sisi regulator, mutu pelayanan dan keselamatan pasien menjadi hal yang tak terpisahkan dari upaya peningkatan kualitas fasilitas pelayanan kesehatan.
"Komitmen dalam memberikan pelayanan tentunya menjadi perhatian dari sisi regulator, penjamin, dan pasien. Kalau dari sisi kami sebagai regulator, tidak terlepas dari mutu pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya. Pada akhirnya, seluruh indikator yang dinilai bermuara pada bagaimana memberikan pelayanan yang optimal, berorientasi kepada pasien, serta menjamin mutu dan keselamatan pasien," kata Anung.