18 Rumah Dinas Brimob Polda DIY Dibangun di Tanjungsari Gunungkidul, Ditarget Rampung Desember 2026
GUNUNGKIDUL — Pembangunan 18 unit rumah dinas bagi personel Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda DIY resmi dimulai di Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul. Lahan seluas 18.000 meter persegi disiapkan untuk menampung seluruh unit hunian tersebut.
Proyek ini menyasar personel Brimob yang selama ini bertugas di wilayah DIY. Target penyelesaian ditetapkan pada Desember 2026.
Apa yang Dibangun di Tanjungsari?
Fasilitas yang dibangun berupa 18 rumah dinas tipe perumahan personel. Lokasinya berada di Kapanewon Tanjungsari, salah satu wilayah di Kabupaten Gunungkidul yang berbatasan langsung dengan Kota Yogyakarta.
Lahan 18.000 meter persegi itu dialokasikan khusus untuk kompleks hunian personel Batalyon C Pelopor. Pembangunan menyasar kebutuhan tempat tinggal yang layak bagi anggota satuan Brimob Polda DIY.
Mengapa Rumah Dinas Ini Penting bagi Personel Brimob?
Rumah dinas menjadi bagian dari penunjang kesiapan operasional satuan. Dengan hunian yang terpusat, personel Batalyon C Pelopor dapat lebih cepat dimobilisasi saat dibutuhkan.
Keberadaan kompleks hunian di Tanjungsari juga memperpendek jarak tempuh personel dari kediaman ke lokasi tugas. Hal ini berdampak langsung pada waktu respons satuan dalam penanganan situasi darurat di wilayah DIY.
Kapan Proyek Rampung dan Apa Targetnya?
Pembangunan ditargetkan selesai pada Desember 2026. Tenggat itu menjadi acuan dalam tahapan pekerjaan yang kini berjalan.
Setelah rampung, 18 unit rumah dinas tersebut akan diserahkan untuk ditempati personel Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda DIY. Pemerintah daerah dan kepolisian belum merinci jadwal serah terima secara terpisah.
Bagaimana Dampaknya bagi Warga Gunungkidul?
Kehadiran kompleks rumah dinas Brimob di Tanjungsari menambah keberadaan personel keamanan yang bermukim di wilayah tersebut. Ini dapat memperkuat jaminan rasa aman bagi warga sekitar.
Pembangunan di lahan 18.000 meter persegi juga membuka aktivitas ekonomi lokal selama masa konstruksi berlangsung. Warga sekitar berpeluang terlibat dalam pekerjaan proyek hingga Desember 2026.