BPD DIY Salurkan CSR Rp 15 Rumah Tak Layak Huni di Kulonprogo, Baznas Tambah 81 Unit
KULONPROGO — Bantuan dari Bank BPD DIY itu menyasar rumah warga yang tersebar di Kapanewon Wates, Temon, Galur, Lendah, Sentolo, Pengasih, Kokap, Girimulyo, Nanggulan, dan Samigaluh. Selain bedah rumah, Baznas menyalurkan 81 unit RTLH dan bantuan dari persembahan teman-teman beragama Nasrani sebanyak tiga unit.
Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kulonprogo, Aspiyah, menyatakan bantuan RTLH menjadi bentuk kebersamaan berbagai pihak dalam membantu masyarakat.
"Bank BPD DIY membantu 15 unit rumah tidak layak huni, kemudian Baznas 81 unit, dan dari persembahan teman-teman yang beragama Nasrani juga memberikan bantuan tiga unit," jelasnya kepada wartawan, Jumat (25/9/2026).
Verifikasi Berjenjang Cegah Bantuan Salah Sasaran
Penerima bantuan tidak ditentukan secara sembarangan. Proses verifikasi dan validasi dilakukan berjenjang mulai dari tingkat kalurahan, kapanewon, hingga kabupaten.
Tahapan tersebut untuk memastikan bantuan RTLH diberikan kepada masyarakat yang sesuai kriteria dan benar-benar membutuhkan. Data penerima dihimpun dari usulan pemerintah kalurahan sebelum diverifikasi di tingkat kapanewon.
Delapan Sektor Jadi Sasaran Program CSR BPD DIY
Program CSR Bank BPD DIY di Kulonprogo tidak hanya menyasar pembangunan rumah warga. Bantuan juga diberikan dalam berbagai bentuk untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan pelayanan publik.
Aspiyah menyebut bantuan tersebut antara lain berupa beasiswa pendidikan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kulonprogo. Bank BPD DIY juga memberikan alat peraga transportasi serta branding bus Transigrak kepada Dinas Perhubungan.
Selain itu, terdapat bantuan pembangunan gapura kepada Dinas Tenaga Kerja Kulonprogo. Dukungan lainnya diberikan untuk pembangunan sarana dan prasarana pendukung Lapangan Kalurahan Palihan serta pengecoran lantai Gedung Serbaguna Kalurahan Pagerharjo.
Bank BPD DIY juga membantu rehabilitasi kendaraan Rescue Tactical Unit (RTU) Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kulonprogo. Dua unit motor sampah untuk Lumbung Mataraman Giripeni turut disalurkan.
Mayoritas Dana CSR Berasal dari Pengelolaan Dana Daerah
Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad, mengatakan sasaran program tersebut adalah masyarakat Kulonprogo yang tidak mampu dan memiliki hunian tidak layak. Sebagai bank daerah milik pemerintah, pihaknya memiliki kewajiban moral dan sosial untuk ikut membantu mengentaskan kemiskinan sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Dengan kebersamaan inilah kita bisa mengatasi masalah. Mudah-mudahan kegiatan ekonomi Bapak-Ibu bisa meningkat, bisa berdaya untuk menghidupi keluarga, dan memiliki tempat yang aman untuk berteduh," ujarnya.
Santoso menyebut terdapat delapan sektor yang mendapat dukungan melalui CSR Bank BPD DIY. Mayoritas dana tersebut berasal dari hasil pengelolaan dana daerah dan kegiatan perbankan yang kemudian dikembalikan untuk masyarakat.
"Pada kesempatan ini delapan sektor yang kita bantu melalui CSR yang mayoritas dari hasil pengelolaan dana daerah dan kegiatan perbankan sehingga dikembalikan untuk masyarakat," tegasnya.
Kolaborasi Pemkab dan Baznas Jadi Kunci Penyaluran
Santoso mengapresiasi kolaborasi antara Pemkab Kulonprogo, pemerintah kalurahan, Baznas, serta masyarakat dalam membantu warga yang membutuhkan. Menurut dia, sinergi berbagai pihak diperlukan agar persoalan sosial di masyarakat dapat ditangani bersama-sama.
Dukungan tersebut juga diharapkan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Kulonprogo. "Kita akan kawal untuk membantu Kulonprogo supaya pada ulang tahun berikutnya masyarakatnya lebih sejahtera," katanya.
Melalui berbagai program tersebut, Bank BPD DIY menegaskan komitmennya untuk menjalankan tanggung jawab sosial sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan sosial masyarakat di Kulonprogo.