Breaking

Menko Bahlil Sebut Konflik Houthi-Arab Saudi Perburuk Logistik Energi Dunia, Lobi Minyak ke Afrika Jadi Andalan

RE
Selasa, 13 Oktober 2026
Menko Bahlil Sebut Konflik Houthi-Arab Saudi Perburuk Logistik Energi Dunia, Lobi Minyak ke Afrika Jadi Andalan

JAKARTA — Bahlil Lahadalia, yang juga menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menyampaikan hal itu saat menghadiri Rakernas HPPI di Jakarta. Menurut dia, ketegangan geopolitik di Timur Tengah kini meluas dengan masuknya Houthi ke Arab Saudi. "Ketegangan antara Iran, Amerika, Israel, dan sekarang masuk Houthi juga masuk ke Arab Saudi, ini akan semakin memperparah arus logistik dan ketahanan energi dunia," ujar Bahlil.

Mengapa Houthi dan Arab Saudi Berkonflik di Selat Bab Al-Mandab

Eskalasi pertempuran antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi meningkat, terutama di dekat Selat Bab Al-Mandab yang strategis. Arab Saudi melakukan serangkaian serangan yang menargetkan Houthi untuk mendukung pasukan pemerintah Yaman. Houthi membalas dengan melancarkan serangan ke bandara-bandara di Arab Saudi.

Serangan ketiga kelompok Houthi dalam sepekan terhadap bandara internasional Riyadh menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 309 lainnya. Data tersebut disampaikan otoritas penerbangan sipil Arab Saudi. Selat Bab Al-Mandab sendiri merupakan jalur pelayaran utama bagi kapal tanker yang mengangkut minyak dari Teluk menuju Eropa dan Asia, termasuk Indonesia.

Lobi Minyak ke Afrika hingga Jaminan Pasokan BBM

Bahlil menyatakan tidak ada satu orang pun yang dapat meramalkan kapan ketegangan geopolitik tersebut akan selesai. Untuk menjamin ketersediaan pasokan energi bagi Indonesia, khususnya BBM, ia menempuh lobi dengan berbagai negara. "Makanya, Menteri ESDM nggak bisa tidur terlalu panjang, karena lobi minyak di mana-mana. Lobi minyak di Afrika, untung saja kan orang Afrika itu kulitnya sama dengan saya," tutur Bahlil berkelakar.

Secara terpisah, Bahlil menegaskan prinsip Indonesia saat ini adalah mencari minyak dari mana pun sumbernya selama efisien dan tidak melanggar aturan. Ketahanan energi bagi Indonesia menjadi prioritas utama. "Selama itu efisien untuk kebaikan negara, dan tidak melanggar aturan, maka itu akan menjadi prioritas negara," ucap Bahlil.

Arab Saudi Klaim Tetap Jaga Pasokan Energi Dunia

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman pada Minggu (11/10) menyatakan Kerajaan tetap berkomitmen memastikan pasokan energi tidak terputus dalam segala situasi. Ia menegaskan Arab Saudi "bagaikan burung phoenix; kami bangkit dari abu setiap saat, berulang kali, dan tidak ada yang dapat mematahkan tekad kami".

Bagi Indonesia, ketegangan di jalur logistik energi global berdampak langsung pada biaya pengiriman dan harga minyak mentah. Pemerintah disebut terus memantau perkembangan di Timur Tengah sembari memperkuat pasokan domestik. Langkah lobi ke negara-negara penghasil minyak menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan energi nasional.

Sumber: jogja.antaranews.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua