Danantara Kaji Penggabungan Pertagas dan PGN, Uji Coba Gas Jaringan ke Rumah Tangga Disiapkan
JAKARTA — Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menyatakan belum ada keputusan mengenai perusahaan yang akan menjadi induk atau holding dalam struktur baru perusahaan gas. Sejumlah pilihan struktur antara Pertagas, PGN, dan perusahaan terkait lainnya masih dibandingkan.
"Saya belum bisa sampaikan mana yang akan menjadi (holding). Ini ada beberapa pilihan struktur yang kita lakukan, mana yang terbaik nantinya antara Pertagas, PGN dan lain sebagainya," kata Dony di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
Dony menegaskan penentuan struktur tersebut akan mempertimbangkan aspek biaya dan manfaat. Setiap opsi akan dibandingkan sebelum pemerintah menentukan struktur yang akan digunakan.
Pertagas dan PGN Diarahkan Main di Midstream dan Downstream
Selain penataan struktur korporasi, transformasi perusahaan gas diarahkan untuk memperkuat bisnis midstream dan downstream. Dony menyebut arah itu menjadi poin utama dalam kajian yang sedang berjalan.
"Ini sedang kita kaji, bagaimana nanti polanya. Tetapi yang paling penting adalah perusahaan gas kita nanti akan main di midstream dan downstream," ujarnya.
Kajian tersebut mencakup pilihan struktur antara Pertagas, PGN, dan perusahaan terkait lainnya. Belum ada keputusan mengenai perusahaan yang akan menjadi induk atau holding.
Uji Coba Penyaluran CNG Langsung ke Rumah Tangga
Salah satu rencana yang sedang disiapkan adalah penyaluran gas melalui jaringan ke rumah tangga. Pemerintah akan melakukan uji coba penyaluran compressed natural gas (CNG) langsung ke rumah-rumah di sejumlah kota.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan gas domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor. Dony menyebut Indonesia memiliki sumber daya gas, tetapi sebagian besar kebutuhan LPG masih dipenuhi melalui impor.
"Bayangkan berapa banyak subsidi dari LPG yang kita lakukan dan juga devisa kita harus mengimpor. Nah ini memang transformasi panjang yang kita lakukan dan satu-satu kita ubah bisnis modelnya," imbuhnya.
Mengapa Transformasi Bisnis Gas Diperlukan
Perubahan model bisnis dan infrastruktur gas dinilai diperlukan agar pemanfaatan gas domestik dapat lebih optimal. Ketergantungan pada LPG impor menjadi salah satu alasan utama penataan struktur perusahaan gas dilakukan.
Dony menyampaikan kajian masih berlangsung dan pemerintah akan memilih skema yang dinilai memberikan manfaat terbaik bagi Indonesia. Belum ada tenggat waktu yang disebutkan mengenai kapan keputusan struktur final akan diumumkan.