Harga Cabai Rawit di Gunungkidul Melonjak, PKK Kelor Karangmojo Pilih Tanam Sendiri
GUNUNGKIDUL — Kenaikan harga cabai rawit merah yang tak kunjung surut memicu respons dari kelompok PKK di Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul. Alih-alih pasrah menghadapi mahalnya harga di pasaran, mereka memutuskan menanam cabai sendiri secara bergotong royong.
Pilihan ini muncul setelah harga cabai rawit merah di pasaran terus bergerak naik dalam periode terakhir. Kalangan ibu-ibu PKK menilai menanam sendiri lebih menguntungkan ketimbang harus membeli dengan harga tinggi setiap hari.
Mengapa Harga Cabai Rawit Terus Naik
Lonjakan harga cabai rawit merah membuat sebagian warga terpaksa mengurangi konsumsi atau mencari alternatif. Bagi kelompok PKK Kelor, kondisi ini justru dibaca sebagai peluang untuk mengolah lahan pekarangan menjadi sumber pangan sekaligus tambahan penghasilan.
Penanaman dilakukan secara bersama-sama oleh anggota PKK di lahan yang tersedia di lingkungan kalurahan. Pola ini memungkinkan hasil panen dibagi untuk kebutuhan rumah tangga masing-masing anggota.
Menanam Bersama, Hasilnya untuk Warga
Kegiatan menanam cabai secara kolektif ini tidak hanya menjawab persoalan harga. Anggota PKK juga belajar budidaya cabai mulai dari penyemaian hingga perawatan tanaman.
Dengan menanam sendiri, warga tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasokan pasar yang harganya fluktuatif. Kebutuhan cabai harian dapat dipenuhi dari hasil kebun bersama.
Langkah PKK Kelor menunjukkan bahwa persoalan mahalnya harga pangan bisa disiasati dengan memanfaatkan lahan yang ada. Kegiatan ini pun menjadi contoh bagaimana kelompok masyarakat merespons kenaikan harga secara produktif.
Apa Langkah Selanjutnya
Ke depan, kelompok PKK Kalurahan Kelor berencana melanjutkan penanaman dan merawat tanaman cabai yang sudah ada. Hasil panen diharapkan dapat mencukupi kebutuhan anggota sekaligus mengurangi pengeluaran rumah tangga.
Upaya semacam ini menjadi alternatif di tengah harga cabai rawit merah yang belum menunjukkan tanda penurunan. Warga Kelor memilih tidak menunggu harga turun, tetapi bergerak menanam sendiri.