State of Decay 3 Tetap di Game Pass, Undead Labs Kini Studio Independen
NAVIGASI.CO.ID — Undead Labs resmi lepas dari Xbox Game Studios dan kini berstatus studio independen milik karyawan, sementara State of Decay 3 tetap dijadwalkan rilis day-one lewat Game Pass. Studio yang berbasis di Seattle itu harus memangkas sebagian staf saat memasuki era barunya. Keputusan ini menutup delapan tahun Undead Labs berada di bawah payung Microsoft tanpa merilis satu pun game baru.
Keputusan ini muncul di tengah gelombang pemisahan diri sejumlah studio dari divisi gaming Microsoft sepanjang 2026. Undead Labs turut memangkas sebagian staf saat memasuki fase baru sebagai perusahaan mandiri.
Alasan di Balik Akuisisi Manajemen
Bos studio Philip Holt menyatakan tidak ada drama di balik keluarnya Undead Labs dari Xbox. Menurutnya, keputusan diambil setelah membaca situasi pasar dan mengajukan proposal yang diterima Microsoft.
"It was an accelerated period of time for Microsoft's divestiture," ujar Holt kepada The Game Business. "We had a lot of interest. I also thought that because we were so close to being in revenue, the amount of capital that we needed to finish [State of Decay 3] was not an insurmountable amount that we couldn't go raise it ourselves."
Holt menambahkan bahwa ia mengetahui sejumlah studio lain sedang menjalankan management buyout. Ia pun mengajukan tawaran akuisisi yang dipimpin manajemen, dan Microsoft menilai langkah itu masuk akal.
Kenapa State of Decay 3 Diumumkan Terlalu Awal
State of Decay 3 pertama kali diumumkan pada 2020, jauh sebelum game tersebut siap dirilis. Holt mengungkap alasan strategis di balik pengumuman dini itu.
Menurutnya, tim kecil sudah mengerjakan proyek ini sejak 2020 dan pengembangan baru mengencang beberapa tahun kemudian. Pengumuman awal berfungsi sebagai penanda agar proyek tidak tenggelam di tengah agresivitas akuisisi Xbox terhadap publisher besar seperti Bethesda dan Activision Blizzard.
"I didn't think Microsoft was done being acquisitive, and I didn't think they'd continue buying small developers; I assumed they'd start buying big things," jelas Holt. "I was a little worried about getting swallowed up or divested before we had a chance to present to the world what we were working on."
Selama delapan tahun di bawah Xbox, Undead Labs tidak merilis satu game pun. Meski begitu, studio ini tetap melepas 38 update untuk State of Decay 2 yang populer di komunitas.
Game Pass dan Target 25 Juta Pemain
Holt mengaitkan layanan berlangganan Game Pass dengan capaian 25 juta pemain untuk franchise horor survival tersebut. State of Decay 3 sendiri dipastikan tetap meluncur day-one di layanan itu.
Status independen memberi Undead Labs keleluasaan lebih besar untuk fokus melayani audiens sekaligus menjaga profitabilitas. "We need to make a profit, we need to be sustainable, we need to pay ourselves and our partners--and it is a goal. This is not a charity. But it's not the number-one most important objective," kata Holt.
Peta Studio Eks-Xbox
Undead Labs bergabung dengan Double Fine dan Compulsion Games sebagai mantan studio Xbox yang kini mandiri. Nasib Ninja Theory, pengembang Hellblade dan DmC: Devil May Cry, justru terlihat suram setelah sejumlah kesepakatan akuisisi gagal dan studio itu dikabarkan akan segera ditutup.
Bagi pemain Indonesia yang menantikan State of Decay 3, status independen Undead Labs tidak mengubah rencana rilis day-one di Game Pass. Yang perlu dipantau berikutnya adalah apakah kemandirian studio ini memengaruhi ritme update dan skala konten pasca-rilis.