Manajemen Kapal Virgo Mulai Penyelaman Bangkai Kapal di Laut Jawa, Fokus Pemulihan Minyak dan Pencarian 53 Korban
BANJARMASIN — Kepala Cabang PT Virgo Karya Shipping (VKS) Banjarmasin, Dwi, menyatakan penyelaman dijadwalkan berlangsung dua hari, yakni Sabtu dan Minggu. Operasi ini menjadi tahap pertama dari rangkaian pemetaan sebelum bangkai kapal diangkat ke permukaan.
Sebelum penyelaman dimulai, manajemen kapal telah meminta otoritas maritim menerbitkan marine notice atau pemberitahuan resmi. Pemberitahuan itu ditujukan bagi kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi agar menghindari area operasi.
Oil Recovery Jadi Tugas Utama Tim Penyelam
Tugas utama tim penyelam adalah melakukan oil recovery atau pemulihan minyak dari dalam kapal. Langkah menguras minyak dan limbah bahan bakar ini ditempuh agar tidak mencemari perairan Laut Jawa.
"Dilakukan penyemprotan bahan kimia untuk menetralisir bahan bakar," jelas Dwi.
Selain menguras bahan bakar, penyelam juga menentukan titik pemasangan dudukan dari cincin logam. Cincin logam itu akan menjadi penopang saat proses pengangkatan bangkai kapal dilakukan.
Harapan Menemukan Korban yang Masih Terjebak
Dwi berharap penyelaman ini juga bisa menemukan korban yang mungkin masih ada terjebak di dalam kapal. Hingga kini, 53 korban Kapal Virgo belum ditemukan sejak kapal tenggelam di Laut Jawa pada 13 September 2026.
Dari total 243 penumpang dan awak, sebanyak 190 orang telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang selamat dan 82 orang meninggal dunia.
Basarnas Hentikan Penyelaman, Fokus Pencarian di Permukaan
Sebelumnya, Basarnas telah menghentikan operasi penyelaman ke bangkai kapal. Lembaga itu kini hanya fokus mencari sisa korban di permukaan dengan menyisir perairan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Barat.
Operasi penyelaman oleh tim manajemen kapal ini berjalan terpisah dari pencarian permukaan yang dilakukan Basarnas. Keduanya sama-sama menyasar 53 korban yang belum ditemukan.