TPT DIY Naik Jadi 3,11 Persen pada Mei 2026, Disnakertrans Soroti Keterampilan Tak Sesuai Kebutuhan Industri
YOGYAKARTA — Angka pengangguran di Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami kenaikan tipis pada periode Mei 2026. Disnakertrans DIY mencatat TPT berada di angka 3,11 persen, naik 0,06 poin persen dibanding Februari 2026 yang sebesar 3,05 persen.
Kenaikan tersebut dinilai masih terkendali. Meski begitu, Disnakertrans DIY menyoroti persoalan mendasar yang membuat angka pengangguran sulit turun signifikan, yakni ketidaksesuaian antara keterampilan yang dimiliki pencari kerja dengan kebutuhan industri di lapangan.
Apa Penyebab Kenaikan TPT DIY pada Mei 2026?
Disnakertrans DIY menilai kenaikan TPT dari 3,05 persen menjadi 3,11 persen masih dalam batas normal. Fluktuasi angka pengangguran di wilayah ini memang kerap terjadi mengikuti siklus masuknya angkatan kerja baru, terutama lulusan sekolah menengah dan perguruan tinggi.
Persoalan yang lebih pelik adalah soal keterampilan. Banyak pencari kerja di DIY disebut belum memiliki kompetensi yang cocok dengan permintaan pasar kerja, khususnya di sektor industri yang terus berkembang.
Keterampilan Pencari Kerja Versus Kebutuhan Industri
Ketidaksesuaian keterampilan ini menjadi perhatian utama Disnakertrans DIY. Dunia industri di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya menuntut keahlian teknis spesifik yang tidak selalu diajarkan di bangku sekolah atau pelatihan kerja konvensional.
Kondisi ini membuat sebagian pencari kerja kesulitan menembus pasar kerja formal, meski lowongan tersedia. Di sisi lain, industri juga mengeluh sulit mendapatkan tenaga kerja dengan kualifikasi yang pas.
Langkah Apa yang Disiapkan Disnakertrans DIY?
Disnakertrans DIY menyoroti perlunya penyelarasan antara program pelatihan kerja dan kebutuhan riil industri. Pelatihan berbasis kompetensi serta kerja sama dengan dunia usaha menjadi salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan.
Pemerintah daerah juga didorong untuk memperkuat layanan informasi pasar kerja agar pencari kerja di DIY bisa mengakses lowongan yang sesuai dengan keterampilan mereka. Dengan begitu, angka pengangguran diharapkan kembali turun pada periode berikutnya.